««•»»
Surah Al Qiyaamah 5
بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
««•»»
bal yuriidu al-insaanu liyafjura amaamahu
««•»»
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
««•»»
Rather man desires to go on living viciously.
««•»»
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa sebenarnya manusia dengan perkembangan pikirannya menyadari bahwa Allah sanggup berbuat begitu, namun kehendak nafsunya mempengaruhi pikirannya.
Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus. Sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak mengenal kekuasaan Tuhannya, untuk menghidupkan dan menyusun tulang belulang orang yang sudah mati. Akan tetapi mereka masih ingin bergelimang dengan berbagai laku perbuatan maksiat terus menerus, kemudian menunda-nunda tobat atau menghindari diri dari padanya.
Sesungguhnya manusia yang seperti ini kata sahabat Said ibnu Ubair suka cepat-cepat memperturutkan kehendak hati, berbuat apa saja yang diinginkan. Nafsu selalu menggodanya: "Nanti sajalah aku bertobat; nanti sajalah aku hendak beramal kebaikan," Celakanya dia belum sempat tobat dan beramal kebaikan, malaikat maut sudah lebih dahulu mencabut nyawanya. Padahal pada saat itu sedang asyik dalam perbuatan maksiat".
Boleh jadi juga maksud ayat ini adalah bahwa seseorang selalu berangan-angan: "Betapa nikmatnya kalau aku mendapat ini dan itu, mendapat mobil dan rumah mewah atau jabatan yang empuk, dan seterusnya. namun lupa mengingat mati, lupa dengan akan datangnya hari berbangkit, hari saat nasibnya diperiksa segala pekerjaannya.
Kata-kata "liyafjura" berarti cenderung kepada yang batil, suka menyimpang dari kebenaran.
Orang seperti ini ingin hidup bebas seperti binatang. Tidak suka terhalang mengerjakan apa saja karena teguran akal sehat atau larangan agama yang sanggup mengekang keinginannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus) huruf Lam yang ada pada lafal Liyafjura adalah Zaidah, sedangkan lafal Yafjuru dinashabkan oleh An yang diperkirakan keberadaannya. Yakni dia selalu berbuat dusta (di dalam menghadapinya) di dalam menghadapi hari kiamat. Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:
Surah Al Qiyaamah 5
بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
««•»»
bal yuriidu al-insaanu liyafjura amaamahu
««•»»
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
««•»»
Rather man desires to go on living viciously.
««•»»
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa sebenarnya manusia dengan perkembangan pikirannya menyadari bahwa Allah sanggup berbuat begitu, namun kehendak nafsunya mempengaruhi pikirannya.
Bahkan manusia itu hendak berbuat maksiat terus menerus. Sesungguhnya tidak ada manusia yang tidak mengenal kekuasaan Tuhannya, untuk menghidupkan dan menyusun tulang belulang orang yang sudah mati. Akan tetapi mereka masih ingin bergelimang dengan berbagai laku perbuatan maksiat terus menerus, kemudian menunda-nunda tobat atau menghindari diri dari padanya.
Sesungguhnya manusia yang seperti ini kata sahabat Said ibnu Ubair suka cepat-cepat memperturutkan kehendak hati, berbuat apa saja yang diinginkan. Nafsu selalu menggodanya: "Nanti sajalah aku bertobat; nanti sajalah aku hendak beramal kebaikan," Celakanya dia belum sempat tobat dan beramal kebaikan, malaikat maut sudah lebih dahulu mencabut nyawanya. Padahal pada saat itu sedang asyik dalam perbuatan maksiat".
Boleh jadi juga maksud ayat ini adalah bahwa seseorang selalu berangan-angan: "Betapa nikmatnya kalau aku mendapat ini dan itu, mendapat mobil dan rumah mewah atau jabatan yang empuk, dan seterusnya. namun lupa mengingat mati, lupa dengan akan datangnya hari berbangkit, hari saat nasibnya diperiksa segala pekerjaannya.
Kata-kata "liyafjura" berarti cenderung kepada yang batil, suka menyimpang dari kebenaran.
Orang seperti ini ingin hidup bebas seperti binatang. Tidak suka terhalang mengerjakan apa saja karena teguran akal sehat atau larangan agama yang sanggup mengekang keinginannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus) huruf Lam yang ada pada lafal Liyafjura adalah Zaidah, sedangkan lafal Yafjuru dinashabkan oleh An yang diperkirakan keberadaannya. Yakni dia selalu berbuat dusta (di dalam menghadapinya) di dalam menghadapi hari kiamat. Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:
««•»»
Nay, but man desires to deny (li-yafjura: the lām is extra, and the subjunctive mood is because of an implied [preceding] an, ‘that’) what lies ahead of him, namely, the Day of Resurrection, as is indicated by:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 4]•[AYAT 6]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of40
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=75&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#75:5
Nay, but man desires to deny (li-yafjura: the lām is extra, and the subjunctive mood is because of an implied [preceding] an, ‘that’) what lies ahead of him, namely, the Day of Resurrection, as is indicated by:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 4]•[AYAT 6]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of40
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=75&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#75:5


Tidak ada komentar:
Posting Komentar