Sabtu, 11 Juli 2015

[075] Al Qiyaamah Ayat 006

««•»»
Surah Al Qiyaamah 6

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ
««•»»
yas-alu ayyaana yawmu alqiyaamati
««•»»
Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"
««•»»
He asks, ‘When is this day of resurrection?!
««•»»

Dalam ayat ini Allah menggambarkan sikap orang keras kepala: Ia bertanya, "Bilakah Hari Kiamat itu?" Pertanyaan ini muncul sebagai tanda terlalu jauhnya jangkauan Hari Kiamat itu dalam pikiran si penanya dan menunjukkan ketidak percayaan akan terjadinya. Ini ada hubungannya dengan ayat sebelumnya, yakni: "Kenapa ia terus menerus ingin mengerjakan kejahatan?" Karena mereka mengingkari adanya hari berbangkit. Jadi tidak perlu memikirkan segala akibat dari kejahatan yang telah dilakukan.

Banyak ayat yang lain senada dengan itu, umpamanya:
هيهات هيهات لما توعدون إن هي إلا حياتنا الدنيا نموت ونحيا وما نحن بمبعوثين
Artinya:
Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu, kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.
(QS. Al Mu'minuun [23]:36,37)

Kalau disimpulkan ada dua sebab ketidak percayaan manusia kepada Hari Kiamat, yakni:

Pertama

Karena ragu-ragu dengan kekuasaan Allah. Misalnya pikiran yang berpendapat bahwa bahagian tubuh yang sudah hancur dan berserakan serta bercampur aduk dengan tanah, di timur maupun di barat, mungkinkah dapat disusun dan dihidupkan kembali? Bagaimana bisa tubuh manusia yang demikian kembali kepada keadaan semula?.

Seperti bunyi ayat 3 dan 4:
أيحسب الإنسان ألن نجمع عظامه بلى قادرين على أن نسوي بنانه
Artinya:
"Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna".
(QS. Al Bayyinah [98]:3,4)

Ke·dua

Karena keinginan yang terus-menerus untuk menikmati kesenangan duniawi, dan tidak suka dengan kedatangan kiamat (hari berkumpul dan berhisab) yang tentu memutuskan segala bentuk kesenangan itu,

seperti disebutkan dalam ayat ke 5:
بل يريد الإنسان ليفجر أمامه
"Bahkan manusia itu sungguh hendak membuat maksiat terus-menerus".
(QS. Al-Qiyamah [75]:5)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ia bertanya, "Bilakah) Kapan (hari kiamat itu?") pertanyaannya itu mengandung nada mengejek dan mendustakannya.
««•»»
He asks, ‘When is the Day of Resurrection?’ — the question is meant in mockery and denial.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of40
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=75&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#75:6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar